HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT KEPADA UMAT BERAGAMA LAIN ISLAM


Dalam buku Himpunan Fatwa-fatwa Pilihan yang disusun Drs. Cholil Uman, M. A., dijelaskan bab "ucapan selamat".
Terdapat pertanyaan dari umat Islam yang berbunyi, "Bagaimana hukumnya mengucapkan selamat tahun baru kepada masyarakat Tionghoa atau Eropa-Amerika yang beragama lain Islam dan sedang merayakan tahun baru mereka dengan ucapan "selamat tahun baru", apakah dibolehkan?
Dalam buku Himpunan Fatwa Pilihan dijelaskan bahwa untuk permasalahan hari besar beragama atau hari raya seperti terdapat di Negara Kesatuan Republik Indonesia, pastilah setiap agama merayakannnya. Menurut ajaran Islam, Islam tidak melarang umat agama lain Islam untuk mengadakan perayaan hari besar mereka sesuai keyakinan dianut. Dalam masa kehidupan Rasulullah Muhammad dan khulafaur rasyidin kehidupan beragama bagi pemeluk agama lain juga dilindungi oleh ajaran Islam. Hal iti berangkat dari dalil bahwa
لكم دينكم ولي دين
Artinya, bagimu agamamu dan bagiku adalah agamaku.

Dalam dalil lain dinyatakan dalam buku Himpunan Fatwa yakni
ولكم دينكم
 Berarti, agamamu untukmu.

Menjadi masalah bagi umat Islam sekarang ialah, apakah boleh mengucapkan selamat kepada pemeluk agama lain Islam yang bermakna "bahagialah anda".
Umat Islam dapat merenungi sebuah ajaran yang berbunyi
ان العزةللهولرسوله
Artinya: sesungguhnya kemuliaan (kebahagiaan dan keselamatan)  hanyalah pada agama Alloh dan rasulNya.

Baginda Nabi Muhammad pernah berwasiat,
المسلم اخوالمسلم من سلم بلسانه ويده
 Artinya : umat Islam dengan umat Islam yang lain itu bersaudara berdasarkan apa yang disampaikan sebagai ucapan selamat kedamaian melalui lisannya dan ulur jabat tangan yang diberikannya.

Memberi salam dan ulur jabat tangan sudah pasti wajib kepada sesama imat Islam. Bagaimana bila dilakukan kepada umat lain Islam?
Dengan menimbang keyakinan aqidah umat Islam yang masih awam diarahkan untuk tidak mendahului ucapan salam atau ucapan selamat baik tahun baru tionghoa yakni gong xi fa cai maupun tahun baru masehi yang berasal dari budaya Barat yakni selamat tahun baru.
Namun, dalam kerangka kehidupan sosial budaya berbangsa dan setanah air Indonesia, umat Islam dibolehkan merespon perayaan dengan cara bermurah senyum dan menghargai serta menghormati kegiatan hari raya mereka.
Umat Islam tidak boleh mendahului uluk salam selamat namun dapat menjawab apabila diberikan atau disampaikan salam kepada kita dengan manyahut "waalaikum". Atau dalam maksud, semoga demikian pula kedamaian dan keselamatan atas kalian (saudara kami sebangsa dan setah air). 
Wallahu a'lam bish shawab.

0 comments: