PUISI ARIF WIBAWA, GUNUNG KIDUL - "GITA KEMBARA"







Hujan tercurah
Jalanan membasah
Petrichor merekah
Asmara terbuncah
Melolong resah

Pada sudut mata
Tereja selaksa makna
Ketidaksengajaan yang hampir sempurna
Membuat keraguan kian mengemuka
Melukis romanmu dalam gelisah dilema

Dalam gigil tubuh, mengayuh beku
Birukan merah lusuh, bibir tak bergincu

Maka rehatlah untuk sejenak waktu
Padamu wahai jiwa yang lama membisu
Sebentar waktu
Bahang kan menderu
Gemakan kembali suara kalbu

Madiun, 15/01/2019

0 comments: