PUISI LISTIN WAHYUNI, DEPOK - TENTANG INAIKU



Kau tak bertanya
bahkan ketika kuku jemariku
sepias garam. dan rambutku
tak bersisir, hampir bergimbal

Lalu suatu hari
kutemukan sebuah catatanmu:
"tetaplah mencinta seperti
pada awalnya, meskipun
cintanya berubah. karena
engkau kelak akan ditanya".

Tiba-tiba aku teringat
pertanyaan Dnun nun
tentang inai di tangan Fatima
Tiba-tiba aku teringat
kecemburuan Ibn khudruya

Dan inaiku? Ah, di sudut sepi
sekian lama ia menyendiri
menjumlah pagi dan senja
yang pucat pasi bersamanya

----
Depok, Januari 2019

0 comments: