ADHE KURNIAWAN, DARI AKTIVIS KAMPUS KE BISNISMEN DAN SENIMAN MUDA KALIMANTAN UTARA


(Batimbang, Tarakan) - Menjadi aktivis kampus selama kuliah bagi banyak orang dianggap menjadi sumber masalah pribadi dan bahkan dipandang negatif oleh sebagian masyarakat. Cap negatif seperti penampilan kumuh, gondrong, awut-awutan, gaya hidup tak teratur, celana robek, bangun siang, dan sebagainya kerap singgah kepada para aktivis. Namun, tidak banyak orang paham bahwa menjadi aktivis kampus pada dasarnya adalah proses kreatif kehidupan dan menjadi sarana tepat untuk mematangkan diri.
Contoh nyata dari fenomena tersebut ialah Adhe Kurniawan, alumnus Universitas Borneo Tarakan (UBT)  dan aktivis seni budaya pada zaman masih kuliah. "Saat ini bantu-bantu orang, sedikit aktif di partai, dan merintis usaha kecil-kecilan, " ujarnya suatu ketika dalam perbincangan.
Adhe Kurniawan ialah contoh aktivis yang cermat membaca peluang zaman dan berani berdikari. Pengalamannya selama menjadi aktivis memberi banyak keuntungan termasuk mendapatkan jodoh dan sekarang istrinya telah memberi seorang anak. Adhe mendirikan bisnis SKS cell grup yang menyediakan peralatan tulis dan perkantoran. Di showroomnya juga melayani penjualan pulsa serta layanan pembayaran beragam kebutuhan seperti PDAM, FIF, Adira, PLN, dan sebagainya. Untuk mengurus usahanya, dia mengajak teman dan adik-adik juniornya untuk terlibat. "Bisa shif-sifan. Sambil mengisi waktu luang. Sambil menambah penghasilan, " kisahnya.


Saat ini, bapak muda beranak satu tersebut merambah bisnis konfeksi yakni distributor pakaian Islami yang diberi nama Distro Islami. Beragam kaos oblong menarik ditawarkan seperti Tauhid, Bidadari, dan sebagainya. Dia juga membuka simpul jaringan bisnis di beberapa tempat seperti Bunyu.
Adhe Kurniawan merupakan contoh aktivis kampus yang tidak gengsi melakukan hal sederhana tapi bermanfaat untuk diri aendiri dan orang lain. (batimbang/mt)

0 comments: