MUHAMMAD ARBAIN, PEMUDA DAYAK TIDUNG YANG MEMILIH JALAN SUNYI SEBAGAI PENULIS



(Batimbang, Tarakan)  - Muhammad Arbain,  seorang pemuda dari keturunan keluarga Dayak Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara, memilih jalan sunyi sebagai seorang penulis. Dia telah menulis banyak tulisan di media online dan cetak, juga buku laris dengan beragam judul. Salah satu buku karya yang fenomenal berjudul Buku Pintar Kebudayaan Tidung. "Meski masih pro kontra tentang isinya namun penulisan buku ini harus dimulai. Agar sejaraj kebudayaan yang telah lama hilang dapat mulai dirintis lagi. Daripada disusun dan ditulis orang asing, lebih baik kita tulis sendiri. Meski orang lain pun boleh juga menulisnya sebagai pengayaan, " ujarnya suatu ketika.
Jalan sunyi yang ditempuh Arbain, panggilan akrab sarjana agama dan magister agama dari IAIN Samarinda tersebut, memang tergolong unik. Mengingat jalan sunyi menjadi penulis merupakan hal baru di kalangan masyarakat dayak tidung, khususnya di kalangan pemuda. Banyak pemuda dayak tidung terjun ke dunia politik dan wirausaha, namun Arbain memilih dunia sunyi sebagai penulis.
"Aku menyukai kesunyian dan kesepian...karena kesunyian merupakan jalan sufi...kesepian merupakan tangga inspirasi lantunan kata yang selalu menemaniku tiada jemu. Bisikan kata tertuliskan dengan indah melalui jemari yang tak pernah berhenti menciptakan karya cipta. Karya cipta yang membuatku menjadi abadi selamanya. Abadi dalam bait bait kata yang tersusun dan tak lekang oleh zaman dan waktu," tegasnya.
Arbain mengungkapkan bahwa jalan sunyi seorang penulis mirip jalan sunyi para sufi. Mereka sibuk belajar, sibuk merenung dan sibuk memperbaiki diri sembari terus berkarya. Mereka tak peduli dengan kepentingan di sekitarnya dan menjadikan hiruk pikuk dunia sebagai refleksi tulisannya.  (batimbang.com)

0 comments: