PMII KUTAI KERTANEGARA TOLAK SIKAP REPRESIF APARAT



(Batimbang, Kutai Kertanegara)  - Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)  Cabang Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, ikut buka suara terkait sikap aparat kepolisian saat menangani aksi demonstrasi kelompok cipayung yakni PMII, HMI, GMNI dan GMKI di Balikpapan.  Dalam aksi demonstrasi tersebut aparat bersikap tegas membubarkan paksa demonstrasi dan menyebabkan beberapa peserta aksi dilaporkan luka-luka.


"Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Jimi Wijaya.
Menurut Ketua PMII,  dengan landasan UU bunyi pasal 1 ayat 1 dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan  menyampaikan pendapat di muka umum, Sudah jelas menyampaikan pendapat di muka umum telah diatur dalam UU yang menunjang kehidupan masyarakat dalam hal berdemokrasi di Indonesia.
"Tetapi hal ini bertolak belakang, Rakyat seolah-olah dibatasi bersuara dalam hal kebenaran dan sengaja untuk dibungkam. Penguasa hanya mementingkan kepentingannya saja sehingga hak Rakyat terlibat dalam memberikan saran serta kritik  untuk membangun dan merumuskan agar keadaan bisa membaik dari sebelumnya ini hal penting bagi seluruh elemen masyarakat. Namun, itu semua belum bisa diterapkan malah yang terjadi pengkerdilan dan perampasan demokrasi justru bertambah bahkan intimidasi di lakukan oleh pihak Aparat kepada rakyat kemarin. Bukan Cuma itu, penghambatan hak bersuara,intimidasi sampai pemukulan yang terjadi dalam aksi-aksi Rakyat bukan hanya tindakan Anti terhadap Demokrasi, tetapi mencederai arti kemanusiaan, " protes Ketua PMII Kutai Kertanegara.


Terkait hal itu, PMII ikut Aksi Rapor Merah untuk Kota Balikpapan dalam menyambut HUT ke-122 Tahun mendapatkan tindakan Repsesif dari Aparat yang memukul mundur seluruh Demonstrasi. Aksi yang di gelar oleh kelompok cipayung kota Balikpapan ( PMII, HMI, GMNI, GMKI ) mengakibatkan korban puluhan Mahasiswa. Dan salah satunya dari pengurus PC.PMII Kota Balikpapan itu sendiri yang dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan Medis, akibat direpresif oleh aparat keamanan yang tidak bertanggung jawab ini hal serupa juga terjadi terhadap 8 korban lainnya. "Tentu tindakan tersebut tidak bisa dimaafkan dan ditoleransi!" tegas Jimi Wijaya.
Jimi menyampaikan bahwa institusi polisi, militer dan sejenisnya juga perlu dipertanyakan keberadaannya dan tanggung jawabnya kepada Rakyat yakni kita telah dipertontonkan akan hal kekerasan, dan tidak berorientasikan pada perlindungan dan pengayoman rakyat itu sendiri.
"Jikalau tidak diusut tuntas maka memang benar hukum kita tajam ke bawah dan tumpul ke atas, " tukas Jimi Wijaya.
PMII mengutuk keras peristiwa tersebut dan minta mengusut tuntas oknum aparat yang memukul 12 korban gerakan mahasiswa di Kota Balikpapan. Selain itu,  stop represisivitas aparat terhadap gerakan mahasiswa dan gerakan masyarakat. Indonesia adalah negara hukum, dan setiap warga negara berhak tunduk pada hukum tanpa terkecuali !" ujar Jimi Wijaya.
Ketua PMII berharap, apabila ke depannya pada setiap pelaksanaan kegiatan menyuarakan pendapat dimuka umum oleh Seluruh Mahasiswa Dan Masyarakat, usul ditolak tanpa ditimbang. Lalu suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan. Dituduh subversif dan mengganggu keamanan. Maka hanya ada satu kata yang pantas untuk kita gaungkan yaitu: *LAWAN !!! (batimbang.com)

#pmii #kukar #cipayung #balikpapan #rapotmerah

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

TTD
KETUA UMUM PMII CABANG KUKAR
JIMI WIJAYA

0 comments: