PUISI DATU JASNI MATLANI, KOTA KINABALU - CERITA TENTANG BURUNG KEDASIH





Puisi Datu Jasni Matlani, Kota Kinabalu:
CERITA TENTANG BURUNG KEDASIH

Maka sang penglipurlara itu pun mula bercerita tentang burung Kedasih sambil duduk bersila di belakang kelir. Kumisnya menari. Sebermula ada pun diceritakannya dengan asyik, akan sebuah kisah menyeramkan tentang burung Kedasih. Burung itu, katanya, sedang menyanyi dan sekarang memanggil maut. Ya, memanggil maut! Lihatlah semua orang di sekeliling tiba-tiba diserang gigil dalam permainan ketakutan yang  aneh dan sempurna. Siapakah yang akan dipanggil Tuhan Azza wa Jalla dalam waktu yang terdekat? Soal seseorang dengan dahi pucat dihujani peluh. Lalu burung Kedasih pun terus menyanyi dan membawa petanda buruk tentang maut. Ia sedang mengawan sekarang, kata seseorang lagi. Maka sembunyikanlah semua sarang indah dari pandangan dan pengetahuan burung menyeramkan itu.  Awas! Kedasih akan nerampas sarang kamu dan menendang keluar satu demi satu penghuni yang bermastautin di dalamnya sebelum menguasai sepenuhnya sarang berkenaan. Burung Kedasih! Kata Sang Penglipurlara itu kemudian sayu, sebelum lampu padam, adalah raja dari segala raja dan pemain silap mata yang sangat handal, tanpa tanding.

DJM
Kota Kinabalu.

0 comments: