WAHYUDI , MONEY POLITICS BUKAN SEGALANYA



(Batimbang, Pontianak)  - Sudah banyak orang mulai merasa muak dan cemas dengan perkembangan demokrasi di Indonesia. Terlebih dalam kaitannya dengan pelaksanaan pemilu yang diwarnai cacimaki, kabar bohong, fitnah dan sebagainya. Hal itu menunjukkan bahwa persaingan antarpolitik cenderung keras dan tak ada komunikasi poisitif.
Namun, masih ada di kalangan masyarakat bahwa demokrasi dan pemilu Indonesia mampu memberi harapan bagi kehidupan yang lebih baik. Mereka bertekad tetap melanjutkan kiprah dan pengabdian lewat calon legislatif agar dapat menjadi wakil rakyat andalan. Salah satunyabialah Wahyudi yang aktif di Partai Demokrat Pontianak. Wahyudi juga dikenal sebagai penulis andalan Kota Pontianak sehingga gagasannya banyak dibaca masyatakat.  "Harapan terkait Pemilu, semoga masyarakat semakin cerdas untuk memilih wakilnya di legislatif,  money politic bukan segalanya karena nilai tersebut tak berarti apa-apa dalam waktu lima tahun, "ujar Wahyudi berharap.
Sebagai politisi,  Wahyudi maju sebagai Caleg DPRD Kab.  Ketapang Dapil Ketapang 1 (Kec. Delta Pawan,  Muara Pawan & Matan Hilir Utara) Partai Demokrat No.  Urut 5. Menurutnya, situasi pemilu kali ini cukup rumit bagi sebagian masyarakat,  karena pertama kali pemilu serentak diadakan. Masyarakat pasti akan bingung,  utamanya pemilih pemula dan lansia.
Sehingga banyak fenomena terjadi antara lain maraknya kabar bohong tak bertanggungjawab seperti hoax.
"Hoax tidak bisa dihindarkan dengan kemajuan digital,  terutama di medsos,  tinggal bagaimana kita mengambil sikap, " pesannya kepada masyarakat.
Untuk berlomba dalam pesta demokrasi sendiri, Wahyudi yang dikenal sebagai Wyaz Ibn Sintang menawarkan visi misi:  membenahi pendidikan dan menciptakan ekonomi bagi masyarakat kecil. "Tentu kita berjuang sekuat tenaga dan yang terbaik untuk pemilih, " ujarnya.

0 comments: