MUSABAQAH MAKALAH AL QUR'AN SEPI PEMINAT



OLEH MUHAMMAD ARBAIN - DOSEN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DAN JURI MTQ DI TARAKAN

Musabaqah Makalah Al Qur'an Sepi Peminat

Musabaqah Makalah Al Qur'an (MMQ) semakin tahun semakin sepi peminat. Ketidaktertarikan kaula muda dewasa ini terhadap salah satu bidang menulis ini menandakan kemerosotan yang singnifikan akan tradisi menulis. Mengapa anak muda yang notabenenya agen perubahan (agent of change) enggan menyukai aktivitas menulis, terlebih menulis dengan mengeksplor ayat ayat Qur'an dalam tulisannya.

Musabaqah makalah Alquran merupakan salah satu disiplin ilmu dalam MTQ yang mengajarkan tentang bagaimana menghidupkan kembali tradisi baca dan menulis para ulama terdahulu.

Banyak para ulama kontemporer yang bisa dijadikan panutan dalam semangat menulis salah satunya adalah guru menulis sy, Almarhum Dr. Amirullah Syarbini, M.Ag yang selama hidupnya sudah mampu menulis 80 buku. Yang jika dihitung selama satu tahun beliau mampu menulis 3-5 buku, dan beberapa jurnal penelitian yang menunjang karirnya sebagai dosen di dua perguruan tinggi di Bandung.

Kenapa sampai saat ini semangat menulis sy masih terus membara. Karena sy masih ingat pesan beliau. Beliau berkata menulis itu hanya aktivitas orang minoritas (langka) dan hanya sedikit orang yang mau menulis. Hal ini menurut beliau ditengarai oleh minimnya minat baca. Sehingga berdampak pada sedikitnya produk tulisan yang dihasilkan. Jika dibandingkan dengan negara lain, sungguh bagaikan bumi dan langit perbandingannya. Dan ada yang berkesan dalam ingatan dari pesan beliau, ketika menulis maka libatkan hati kita dalam tulisan. Sehingga tulisan itu memiliki ruh dan hidup dalam hati setiap pembacanya. Wallahu 'alam bish shawwab.

#MA#ProvokatorMenulis*

0 comments: