PUISI ARIF WIBAWA, GUNUNG KIDUL - MERAWAT CINTA



PUISI ARIF WIBAWA, GUNUNG KIDUL

MERAWAT CINTA

Sobat, di mana kau kiranya?
Bulir menguning itu tetiba kau tinggalkan begitu saja
Engkau pergi dengan bermasam muka
Seakan tak sabar menunggu panen tiba

Sobat, tidakkah kau lihat bulir yang bernas itu
Dengan merunduk, ia bergoyang dibelai sang bayu
Memang ada beberapa yang tegak membisu
Ya, karena tiada isi yang nampak di dalam merang itu

Sobat, tidakkah kau ingat
Saat awal mula bersama kita merawat
Dan kau sendiri telah melihat
Lahan itu kini banyak memberi hasil panen yang penuh manfaat

Sobat, tak bisakah bersabar untuk sejenak saja?
Menuntaskan sedikit kerja yang tersisa
Janganlah kau tergoda gemerlap di sana
Sungguh, merawat semua ini adalah amanat mulia.

Jogja, 02/03/2019

0 comments: